Tampilkan postingan dengan label rinjani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rinjani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

Catatan Perjalanan Rinjani (13) : berbagi saran aja


Catatan Perjalanan Rinjani : Berbagi Saran Aja
What can I say about tips and trick. Gw bukan anak gunung, dan sebenernya gak etis kali ya gw kasih saran, coz pengalaman gw masih minim, tapi gw kan juga manusia, yang lagi belajar dan minimal bisa belajar lah ya dari pengalaman perjalanan kemaren.. so just check dis out : (tapi jangan diketawain ya)

Syarat naek Rinjani Cuma :
Kalo menurut  gw, syaratnya cuman tiga pokok utama, yah, selain kudu siap  duit, logistic, dan peralatan ndaki ya…
1.      Niat, tekat yang kuat dan bulat
2.     Sehat fisik.
kalo biasa olaraga rutin si bisa2 aja langsung naek, tapi kalo yg gak biasa naek, menurut gw baiknya pemanasan dl dengan olaraga rutin selama 2 minggu sebelum naek. Olahraganya, ya yg aerobic kaya jogging ma renang. Lebih bagus lagi kalo ada olahraga pernafasan, bisa yoga, bisa pilates, ato kalo gw pilihnya  tiduurrr (nafasnya kan teratur tuhh.. hehe)  ßtidak u/dicontoh
3.     Sehat mental.
Gak harus sehat mental juga sih, toh yang malah sampe puncak  'gila' semua.. haha.
Ya.. Maksudnya tu ya gak manja, dan dah siap mental untuk hadapi apapun yg terjadi di depan. Halah.

How We Manage the Time
Ini ukuran jarak dan waktu yang rata-rata ditempuh selama trekking ke rinjani. berangkat dari jalur sembalun dan turun dari Senaru.
Bawak Nao – Pos 3 Pade Balong (1800 mdpl) : 5 km, 5-6 jam
Pos 3 Pade Balong – Plawangan Sembalun (2700 mdpl) : 3 km, 3-4jam
Plawangan Sembalun – Puncak Dewi Anjani (3726 mdpl) : 4 km, 3-4jam
Plawangan Sembalun – Segara Anak (2003 mdpl) : 4,5 km, 3-4jam
Segara Anak  – Plawangan Senaru :  2 - 3 jam
Plawangan Senaru – Pos 3 Mondokan Lolak (2000 mdpl) : 2 jam
Pos 3 – Pintu Rimba (601 mdpl) : 5- 6 km,  4 - 5 jam

Salah satu yang gw pelajarin dari trekking kemaren adalah masalah management waktu dari coordinator yang sebenernya banyak yang gak efisien dan cenderung terlalu santai. Kurang bisa mengestimasi waktu sehingga sering banget kawan yang lain atau kami ‘kemaleman’ di jalan, misalnya waktu dari pos 2 sembalun ke pos 3 pade balong satu tim yang dibelakang baru tiba jam 8 malam, yang aturan sudah ada di camp pos 3 jam 4 sore. Waktu turun dari plawangan sembalun ke segara anak pun juga satu tim juga kemaleman (jam 19.30 baru sampe), dan terakhir waktu turun dari segara anak ke senaru, jauh jauh kemaleman. Dan kenapa ‘kemaleman’ ini dipermasalahkan? Soalnya jalan kaki di malam hari ini lebih menguras energy, konsentrasi juga udah gak maksimal dan resiko kecelakaan saat pendakian jadi lebih besar.^^

Catatan Perjalanan Rinjani (12) : Senaru Track


Catatan Perjalanan Rinjani : Senaru Track

Perjalanan akan semakin melelahkan ketika matahari telah tenggelam. Tapi kawan perjalanan yang menyenangkan akan menjadi penyemangat dalam melangkah, kapanpun itu” - dee, april 2013-

foto rame2 dl, tim pluz awang & bagus yg ikut turun bareng (by : juanda)

Selasa, 9 april 2013. Pagi hari di Segara Anak

Kawan kawan belum terbangun saat langit sudah cukup terang tuk beraktivitas. Gw terbangun, teringat pesan bang Husnan,perjalanan pulang melalui track Senaru tu panjang, paling baik meninggalkan Segara Anak sebelum jam 8 pagi, karena perjalanannya bisa memakan waktu 8 – 10 jam bahkan 12 jam. Pukul 06.00 pagi gw dah beranjak, dan kerana yg lain belum terbangun, gw, ade, donie, dan beberapa kawan yang lain menuju air terjun dan aik kalak, mandi bentar dan mengambil sejumlah air di sumber mata air untuk persediaan masak pagi itu dan bekal perjalanan pulang. Pukul 08.00 pagi kami kembali ke camp dan nampak kawan yang lain sudah mulai beberes, tapi masih sambil bersantai santai, hingga akhirnya pukul 10.00 siang kami benar benar baru meninggalkan Segara Anak. Hal ini yang pada akhirnya membuat kami baik tim yang di depan, di tengah dan dibelakang kemaleman di jalan, bahkan tim terakhir baru tiba di pintu rimba senaru pukul 00.00 tengah malam. Perjalanan melalui senaru track memang panjang, tapi sajian pemandangan yang ada menjadi penyegar bagi mata yang memandangnya

Catatan Perjalanan Rinjani : Extra Track (10) : Goa Susu and Goa Taman


Catatan Perjalanan Rinjani : Extra Track : Goa Susu and Goa Taman (a.k.a Goa Payung)
Hoaaam, bangun pagi, dan tersadar kalo lagi gak dikasur kamar. Upz, masih stay di Segara anak. Kawan-kawan yang lain masih terlelap dalam tendanya masing-masing. Beberapa orang terbangun, dan gw ikutan bangun. Mo mandi euy… aseeekkk...
Pagi itu, sembari mengambil air dari sumber mata air, kami memutuskan untuk mandi di sumber air panas. Dari awal pendakian sebenernya ada keraguaan apakah sumber air panasnya ada atau gak (kata bang Husnan). Keraguaan ini muncul karena debit air dari segara anak masih deras dan itu menetralkan sumber air panas yang ada. Tapi untung keraguaan itu terpatahkan,  air terjun yang mengalir keluar dari segara anak memang masih deras, tapi itu tidak menghilangkan panasnya sumber air panas. Sumber Air Panas atau kalo dalam bahasa lomboknya : Aik Kalak (Air yang Panas), sendiri letaknya gak jauh dari Segara Anak, hanya sekitar 300 meteran ke  utara segara searah dengan sumber mata air, tepat berada dibawah aliran air dari segara anak. Oleh orang Lombok sendiri, tempat ini masih disakralnya dan di beberapa waktu,ramai oleh orang Hindu untuk melakukan pribadatan. Oleh orang orang yang mencari kesaktian pula, tempat ini juga digunakan untuk menguji kesaktian Pusaka seseorang yang katanya Kalo Pusakanya dimasukin ke sumber Air Panas ini menjadi lengket, berarti pusakanya gak sakti.. gitu… woooohhh…

Kamis, 25 April 2013

Catatan Perjalanan Rinjani (9) : Segara Anak (2003 mdpl)


Catatan Perjalanan Rinjani : Segara Anak (2003 mdpl)

“gw pernah ngerasain dunia hitam,tapi kalo gw boleh milih, gw lebih pilih hidup gw lurus lurus aj tanpa perlu ngerasain hidup gituan.” 
afit, 7 april 2013

Langit Rinjani nampak semakin cerah pagi itu, jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi,tapi dingin dan anginnya puncak rinjani terasa sangat menusuk. Setelah puas merasakan sensasinya berada di puncak tertinggi ketiga di Indonesia dan berfoto-foto ria, kami memutuskan untuk turun kembali ke camp. Melewati track yang sama yang ternyata setelah nampak,”woow.. gila, serem ternyata track yang gw lewatin barusan.” Ini juga keuntungannya trekking tengah malem, treknya gak kelihatan dan menciutkan mental, kalo lagi naek liat trek kayak gini, beuuuh bakal terasa jauh jauh lebih berat.. haha
The rim, jalan yg kami lewati setapak berpasir tipis dengan kanan kiri jurang..woooh, ngeri. (alay)

The rim

Gak terlalu berat untuk menuruni jalan berpasir ini, tak seberat saat naik. Lebih enak lagi kalo sambil lari, lebih cepat katanya (skalian aja ngglundung). Dari jauh gw liat Bion ama Ade yang udah lari kaya ninja hatori nurunin bukit, cepet banget tu dua orang turun. 

Catatan Perjalanan Rinjani (8) : Summit Attack – di Atas Puncak Dewi Anjani (3726 mdpl)



Catatan Perjalanan Rinjani : Summit Attack – di Atas Puncak Dewi Anjani (3726 mdpl)

“gw Doain loe abiz Sampe Puncak, loe turun bakal ketemu sama jodoh loe..”
- aan, 7 april 2013, menuju puncak Dewi Anjani -

Pukul 00.30 waktu Indonesia rinjani 7 april 2013, terbangun dengan suara-suara kawan yang sudah mulai bergerak. Hoaaam, ngantuk, tapi gak sepenuhnya bisa tidur, h2c banget untuk summit hari ini. Pertama kalinya gw bakal summit. Dengan berbekal perut isi roti tawar oles susu kental manis coklat,kami melangkah. Semua udah prepare, well prepare, stok cairan sesuai kebutuhan, pake jaket dan penghangat tubuh secukupnya, pasang headlamp, dan pake koyo’ dimana2 (dibetis, diperut, diidung, dimana lagi??). malam kala itu tak begitu dingin, angin pun sangat bersahabat, cuaca cerah, dan langit malam indah bertaburkan bintang bintang. Gw yakin, Tuhan kasih ijin gw buat naik malam ini

Catatan Perjalanan Rinjani (7) : Plawangan Sembalun (2700mdpl)




Catatan Perjalanan Rinjani : Plawangan Sembalun (2700mdpl)

just think the way is easy… don’t think it hard, if u think hard, It will be really hard” porter, 6 april 2013

Plawangan Sembalun. Plawangan sendiri artinya Pintu, Pintu Sembalun. Pukul 14.00 sudah kami tiba di camp site Plawangan sembalun, beberapa tenda sudah banyak terpasang di sana sini, dan kami memilih memasang tenda tepat di sisi jurang dengan view Segara Anak di depannya. Sayang kala itu kabut cukup tebal menutupi view segara anak yang ada. Ah, padahal kalo digosok2 dikit tu kabut view nya pasti bagus banget^^.


di chapter ini gw bingung mo cerita apa..

Catatan Perjalanan Rinjani (6) : 7 Bukit Penyesalan – When I lost my Passion


Catatan Perjalanan Rinjani : 7 Bukit PenyesalanWhen I lost my Passion

Satu moment paling berat selama gw naik Rinjani, tapi juga moment paling luar biasa, karena gw ngerasa saat gw kehilangan ‘sesuatu’ itu, tanpa gw sadar, gw nemuin ‘sesuatu’, dan gw bersyukur pernah ngerasain Moment ini
si embak kecapekan (by bang gondrong)

Melanjutkan perjalanan dari Pos 3 menuju Plawangan Sembalun adalah trip untuk hari berikutnya. Kata orang-orang, perjalanan dari Pos 3 ke Plawangan Sembalun tu termasuk yang terberat, karena harus menanjaki banyak bukit yang cukup terjal, dan treknya naik terus, gak ada yang flat. Ada yang bilang 7 bukit Penyesalan,meski waktu kutanya ke bang Husnan,”emang ada tujuh bukit ya bang?” bang husnan cuman ketawa,”haha, gak pernah ngitung aku… yang penting jalan aja..” . “ooh, iya ya bang, ok, semangat! Bismillah, Insyaallah bisa. “ kataku, menyemangati diri sendiri. Tapi kata Bukit Penyesalannya emang iya bener,eh, tapi tergantung orangnya juga si, tapi menurutku, bener2 bukit penyesalan. Bener-bener menguji mental! Apalagi untuk diriku yang baru pertama kali naek gunung (damn, dan itu langsung Rinjani? ngajak bercanda ni),

Catatan Perjalanan Rinjani (5) : Pos 3 Pade Balong (1800mdpl)



Catatan Perjalanan Rinjani : Pos 3 Pade Balong (1800mdpl)
Pade Balong, Tenaga Sama Saja

Little bit story. Pos 3 Sembalun ni namanya Pade Balong, Pade artinya sama Balong artinya Tenaga, mean Tenaga sama saja. Maksudnya Mo yang kuat, mo yang lemas semua sama saja, bisa untuk sampe ke Pos tiga ini. Gitu kata bang Husnan ^^. Jadi semuanya sampe Pos 3 adalah sama saja.
Tim pertama, aku, bang Husnan and bang Cempe sampe pertama pukul 16.30, disusul sama Afit, Gepeng, bang Ipang, bang Ken, bang Gondrong, and Donie, tersisa di belakang Aan, Bion, Ade, Diah yang baru muncul pukul 20.00 karena terjebak hujan deras di Pos 2. Pos 3 sendiri sebenernya cuman area datar di atas bukit yang di bawahnya ada aliran sungainya. Itupun terasa sempit karena qt b14 4 tenda juga share area dengan 3 tenda lainnya dari tim tetangga yang udah sampe di pos 3 sebelum kami. Tapi nice place, cukup hangat dan cukup terjaga dari angin gunung, dan akses ke sumber airnya deket banget. Ini yang bikin Rinjani enak didaki, akses sumber airnya dimana mana gampang.
sunrise di Pos 3 … nice!

tenda kami nampak dari ketinggian



Catatan Perjalanan Rinjani (4) : From Basecamp to Pos 3 Sembalun Track

Catatan Perjalanan Rinjani : From  Basecamp to Pos 3 Sembalun Track

“usia hanya masalah angka. Yang terpenting adalah jiwa kita  yang selalu muda” Donie,5 april 2013

Pukul 05.00 wita 5 April 2013.  Satu persatu terbangun dan memulai aktivitas berkemas. Bagi-bagi logistic yang semalam dibelanjakan. Woooh, ternyata banyak juga logistiknya (damn, gw juga kebagiaan bawa logistiik?? Emaaakkk, tas ku aja ude berat, mo ditambah lagi?? Ya udah, pasrah. Masak yg lain bawa jauh jauh lebih berat aja bisa, aku yang bawa segini protes?? *ngikut).
(diatas pickup dalam hembusan angin pagi Lombok)


 Pukul 08.00 kami melangkah menuju Desa Sembalun, lokasi kami memulai start pendakian (Ada tiga jalur Pendakian Rinjani, Sembalun, Senaru, and Torean, yang paling popular adalah Sembalun dan Senaru, Torean sendiri jalurnya lebih susah dan gak bisa ke puncak dewi anjani. Kami sendiri memilih Jalur Sembalun untuk naik dan turun melalui jalur Senaru). Pickup melaju cepat menuju sembalun, angin terasa berembus kencang masuk dari jendela. gw banyak ngabisin waktu menikmati jalanan sembari ndengerin cerita donie, yg ade didepan bareng gw. "loe angkatan 2009? wooh, cilik yo..dua tahun dibawah gw. donk. gak nyangka gw, soalnya muka loe tua si" kataku..yang dijawabnya

Catatan Perjalanan Rinjani (3) : Met The Strangers


Catatan Perjalanan Rinjani : Meet with The Strangers

“….lebih seru gini, naek sama orang2 yang gak dikenal, tapi pas ketemu kayak udah kenal lama…” Ade, 4 april2013

Pukul 18.00 wita at rumah Rendi, udah ready untuk dijemput oleh seorang kawan (ralat, Stranger). Namanya Husnan (sopo iki, aku ra kenal. - Seorang guide, asli sasak Lombok timur yang akan nemenin kami semua naik rinjani- ). Dari 1 hari sebelumnya udah sepakat untuk dijemput guidenya dari Lombok timur, yang kemudian baru jemput kawan2 yang lain di Pelabuhan Lembar (biar satu jalan gak bolak balik katanya). Aku si ok ok aja, tapi temenku malah yang khawatir. Kata rendi,”ini Lombok Tut, bukan Jawa. Kalo di jawa Kamu bisa aja pergi ampe malem banget, tapi kalo di sini, di atas jam 8 malam harus udah di rumah, bahaya di luar sana, masih banyak kriminalitas. Apa lagi kamu pergi sama sapa tuh?gak kenal pula..” akunya cuman meringis, ya elah, qt mah maen keyakinan aja, insyaallah gak papa koq. Kataku,”tenang Ren, ntar ku kasih nomor telepon orang yang jemput aku, pluz nomor plat mobilnya deh..”. kataku sambil tersenyum, sambil kawatir sendiri,”adooo, entar klo gw diculik gimana dunk??atuttt” haha…

Catatan Perjalanan Rinjani (2) : Our Itinerary


Catatan Perjalanan Rinjani : Our Itinerary

Udah takdirnya kali ya gw gak sengaja nemu jadwal trip di FBI (bego juga ngapain gw iseng2 buka website FBI, jadi panjang ceritanya). Nemu trip yg dishare BionGoodBoy (oh, u truly goodboy kid..haha)dan langsung tergoda… itinnya, ada di link ini : rinjani trekking 2013. udah ideal si itinnya, sesuai dengan perhitungan trekking ke antar pos. cuman, realitanya yang terjadi adalah seperti ini, karena mungkin terlalu santai dan seringnya terlambat memulai aktivitas, kami jadi sering kemalaman di jalan,dan ini sebenernya kurang baik. Tapi, it’s ok lah, tetep aja, Nice Trip!



Day 01 ( 3 April 13)

07.00
Meeting point berkumpul di Stasiun Lempuyangan Jogjakarta berangkat menuju banyuwangi dengan kereta Sri Tanjung
22.00
Tiba di Stasiun Banyuwangi (Istirahat di Stasiun)
Day 02 (04 April 2013)

05.00
Menyeberang ke Pulau Bali via Ferry dari Ketapang
06.00
Tiba di Gilimanuk (Pulau Bali)
07.00
Berangkat menggunakan bus menuju Pelabuhan Padang Bai
13.00
Tiba di Pelabuhan Padang Bai

Catatan Perjalanan Rinjani (1) : Behind The Scene



Catatan Perjalanan Rinjani : Behind The Scene

Gw bukan anak gunung, gw juga bukan pecinta alam, gw penggila pantai, dan anti banget sama yg namanya naek gunung. Masih inget waktu gw ngoceh sama adek gw, abang gw, or temen2 gw yg anak gunung,”apa sih serunya naek gunung? Yg diliat juga hutan doank…” tapi akhirnya gw kemakan omongan sendiri. Tiba-tiba aja gw mutusin buat naek gunung, dan langsung Rinjani. Why Rinjani?? I don’t know