Tampilkan postingan dengan label festival lembah baliem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival lembah baliem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2014

Accidental Story of Wamena (6) : List of Wamena 2014



Accidental Story of Wamena (6) : List of Wamena 2014
merchandise from wamena
Wamena itu  :
·    Wamena, berasal dari bahasa Dani, Wam (babi) dan Ena(jinak / anak), yang berarti babi jinak. Wamena merupakan ibukota dari Kabupaten Jayawijaya, salah satu kabupaten yang terletak di Pegunungan Jayawijaya,Papua
·    Wamena merupakan kota yang terletak di ketinggian 1600mdpl dan memiliki suhu udara rata-rata 14-18 derajat celcius. Jangan lupa bawa jacket.*brrr,dingin
·    Lebih dikenal dengan dengan Lembah Baliem, atau Baliem Valley, atau Grand Valley, yang didiami oleh 3 suku asli, Suku Dani, suku Lani, dan suku Yali

Accidental Story of Wamena (5) : Sayurnangka eh Sayonara

Accidental Story of Wamena (5) : Sayurnangka eh Sayonara
angkutannya wamena itu ya minimal strada ato ford ranger

Day 4 : Monday, August 11st 2014 : Sayonara
Last day at Wamena, times for leaving. kakakRoy mengantarkan gw ke bandara, setelah sebelumnya menemani gw belanja markisa dan ipere untuk oleh-oleh keluarga sentani. “hati-hati… salam buat keluarga sentani..”katanya singkat sambil melambaikan tangan. Gw tersenyum. Ah, sungguh kakakRoy yang baik (thx for ur kindness). Di sebuah bangku ruang tunggu gw menunggu setelah sebuah tiket checkin gw pegang dalam genggaman. Ruang tunggu penerbangan yang sederhana. Gak ada checking point, gak ada gate, hanya sebuah ruang yang dibatasi oleh tembok bata dan atap seng. Gak ada LCD untuk pengumuman penerbangan, dan gak ada toilet bersih. Truly wamena. 

Minggu, 14 September 2014

Accidental Story of Wamena (2): Amaze on Anything

Accidental Story of Wamena (2): Amaze on Anything
 Still on Day 1 : Augt 8th 2014 - FBLB – Goa Lokale – Mumi Jiwika – Bukit Batu – Pasir Putih 
mumi Wimontok Mabel, desa Aikima,Distrik Kurulu

Goa Lokale
Puas menikmati pertunjukan di festival, kami memutuskan untuk meninggalkan area festival dan menuju tempat berikutnya. Goa Lokale, yang hanya berjarak sekitar 200 m sebelah  utara dari lokasi festival. Dari friska, gw kenal kakYesa, seorang batak yang sudah 5 tahun berada di Wamena, yang mengantarkan kami ke Goa ini. ah, ternyata kakYesa sudah sering kemari sehingga kenal dengan masyarakat setempat dan kami dipermudah untuk bisa memasuki goa. Goa Lokale yang kedalamannya belum diketahui ini dipercaya merupakan goa terpanjang di Papua. Dari pintu masuk, kami berjalan sekitar 20 meter melewati banyak pohon pinus untuk bisa sampai di pintu goa. Menurut cerita kakYesa, pernah satu kali seorang warga asing melakukan penelitian untuk mengetahui kedalaman goa ini, tapi sudah 4 hari perjalanan ujung si Goa belum juga ditemukan, sehingga mereka beranggapan goa ini memilik kedalaman yang cukup panjang.

Accidental Story of Wamena (1) : Where am I ?



Accidental Story of Wamena (1): Where am I ?
*Starting to write something

 Day 1 : Augt 8th 2014 - FBLB – Goa Lokale – Mumi Jiwika – Bukit Batu – Pasir Putih
Matahari bersinar malu-malu dari balik kerumunan awan pagi itu ketika gw bersiap berbegas menuju bandara. Ruang tunggu Bandar udara sentani begitu ramai malas meski waktu masih menunjuk pada pukul 06.00 pagi. Waktu bergulir, satu persatu pesawat dengan berbagai jurusan terbang mengikuti pengumuman penerbangan pesawat yang dikumandangkan. Trigana air IL-241 yang seharusnya termasuk pesawat yang terbang di awal tak kunjung disiarkan. Ternyata seperti dugaan banyak orang, trigana terlambat terbang oleh karena banyak alasan. Di salah satu sudut ruang tunggu gw menanti, berkutat dengan gadget untuk sekedar mengalihkan waktu, sambil sesekali mengamati orang-orang di sekeliling.  Susasa ruang tunggu bandara yang ramai mendayu, simpulku.

Trigana ATR = Kursi Pijat
Sekitar pukul 08.15,  1 ½ jam lewat melebihi jadwal terbang seharusnya, pesawat trigana kami pun pada akhirnya lepas landas dan mengudara. Untuk pertama kalinya gw naik pesawat tipe ATR. Dan rasanya naek pesawat ATRnya Trigana itu berasa seperti sedang duduk di kursi pijat, getarannya, terasa dari ujung kaki sampe ujung kepala. Sehingga meski kata orang 30 menit itu cepat, bagi gw, 30 menit dalam pesawat ATR trigana terasa lamaaaa banget *semogalekassampai dengan selamat