Tampilkan postingan dengan label grime nawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label grime nawa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

Cerita PTT : Kwarja dan Kebersamaan Kami Bersama



Cerita PTT : Kwarja dan Kebersamaan Kami Bersama

“karena kehangatan tak harus berbicara tentang dibalik selimut, cukup dengan berbagi waktu bersama di setiap waktu yang ada, maka kehangatan itu menjadi lebih dari sekedar berbicara tentang di balik selimut ”
–dee,2015


Selasa, 04 Maret 2014

Cuap-cuap PTT : Funny February


Cuap Cuap PTT part 5 : Funny February

Senin, 10 Februari 2014 : Cerita Lumpur dan Belut 
jackson theis - 4 years old
Sudah dua hari ini Taja diguyur hujan tiada henti. Kadang deras,kemudian berganti menjadi gerimis, kemudian deras sebentar, dan gerimis berlanjut berkepanjangan. Termasuk hari ini, meskipun hari senin adalah hari kerja karena hujan terus turun sedari tengah malam, petugas baru tiba sekitar pukul 10.00 wit lewat dan  beberapa bahkan tidak masuk kerja (sudah biasa di sini), pasien pun hanya satu dua, tak banyak kesibukan, sehingga melamun menjadi salah satu pilihan (ok, daripada nggosip kan?)
Memandang jauh keluar jendela. Taja benar-benar basah. Dan, ketika memandang jauh, menemukan anak-anak tengah asik bermandikan lumpur. Tunggu, bukan main lumpur. Mereka melongok jauh ke dalam genangan lumpur yang banyak di sekitar komplek puskesmas. Banyak kubangan tanah lumpur yang jika musim hujan, benar-benar nampak seperti lahan untuk bersawah, menanam padi. Ada yang mereka cari di dalam genangan lumpur tersebut. Bahkan semenjak kemaren malam, dengan sepatu boot, baju yang diikatkan di kepala, dalam rintikan hujan gerimis mereka asik ‘mengobok-obok’ kubangan lumpur yang ada. Gw pun mendekat, penasaran dengan apa yang mereka lakukan dengan ‘kostum perang’ yang menurut gw lucu.

Cerita PTT : Kwarja - anak Ayam yang kehilangan Induknya


Cerita PTT : Kwarja  – Ayam yang Kehilangan Induknya

Minggu, 21 Februari 2014
Kembali bertugas untuk melakukan pelayanan kesehatan di kampung Kwarja. Dan Meski kami sudah tidak  ada ikatan kontrak dari dinkes kabupaten sebagai ‘tim flying care’ di kampung kwarja, kami tetap melakukan pelayanan di kampung tersebut sebagai bentuk pelayanan puskesmas Taja yang mem’cover’ seluruh wilayah distrik Yapsi, termasuk di dalamnya kampung Kwarja. Butuh waktu sekitar 2 ½ - 3 jam untuk mencapai lokasi yang kami tuju, lebih singkat disbanding waktu pertama kali kami masuk ke kampung ini, 6 jam perjalanan. Kwarja yang terletak di bagian timur laut distrik Yapsi merupakan salah satu kampung penduduk asli papua yang ada di distrik Yapsi, selain kampung Tabeyan, kampung Bundru, dan kampung Rifi. Masyarakat kwarja mempunyai bahasa suku sendiri, bahasa Kwarja yang hanya dimengerti ya oleh orang kwarja. Kata salamnya kwarja adalah,”amsan..”..

Selasa, 21 Januari 2014

Cuap Cuap PTT part 2 : Day by Day



Cuap Cuap PTT part 2 : Day by Day

Minggu, 25 agustus 2013 - Spageti Siram Saus Rusa & akhirnya gw jadi orang Taja!!!
hari kesekian PTT di puskesmas Taja dan setelah hampir tiga bulan gw ngidam-ngidam makan daging rusa, akhirnya si rusa itu datang. Semangkuk daging rusa kami dapat dari suster Sumi yang itupun hasil pemberian (entah siapa) dari seseorang yang lepas berburu rusa. Jingkrak kegirangan gw waktu dapet semangkuk daging rusa ini. Gimana kagak? Wong kata masyarakat di Yapsi, rusa merupakan salah satu hewan berburu popular dan banyak berkeliaran di Yapsi. Meski sudah tak sebanyak dahulu, rusa masih saja menjadi hewan buruan yang paling dicari dan mudah dicari di Yapsi. Makanya, kata banyak orang juga, belum jadi orang Yapsi kalo belum makan daging rusa. Berbulan bulan gw nunggu datangnya daging rusa, tapi memang orang lagi jarang berburu, gw pasrah, kalo memang jodoh juga pasti ketemu (*apaan sih?). hingga akhirnya gayung pun bersambut, yang diharapkan pun datang, daging rusa menghampiri kami siang itu. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal, satu pertanyaan yang muncul karena daging rusa datang dalam keadaan yang tak sepenuhnya kami harapkan. Bukannya daging rusa yang sudah diolah melainkan daging rusa yang masih mentah. Doenkkk…! Cukup lama kami termenung, bingung, cuman senyum-senyum sambil memandang daging rusa yang ada dihadapan kami. bukan masalah apa-apa, cuman kami berdua ini nona2 yang masak sayur aja masih belajar, begimana mengolah daging rusa yang makan daging rusa yg matang pun gak pernah?? Cukup lama kami berpikir, me’nunyuk2’ si daging, berdiskusi, garuk-garuk kepala lagi, senyum senyum lagi.

Cerita PTT : Mistic Experience at Kwarja Sesi II



Cerita PTT : Mistic Experience at Kwarja Sesi II


Cerita PTT : Petualangan menuju Kampung Kwarja

Cerita PTT : Petualangan menuju Kampung Kwarja
Kampung Kwarja, salah satu kampung masyarakat asli papua yang terletak 50 km dari puskesmas kami, distrik Yapsi, yang terlisolir dan jauh dari jangkauan. gw, bersama tim flying care, di suatu hari, diberi kesempatan untuk memberikan pelayanan kesehatan. untuk menempuh jarak yang 'cyuman' 50km, butuh waktu 5jam lebih perjalanan. why??? karena jalannya terlampau luar biasa bagus,alias jalan lumpur. mobil, masih belum bisa masuk, dan motor, harus 'jatuh bangun aku mengejarmu' kandas berkali kali di tengah jalan. ditambah kala itu, hujan masih sering turun-turunnya, yah, jadilah kami motoran sekaligus mandi dan maen lumpur di tengah jalan. beberapa kali beberapa motor rusak, busi basah karena masuk kubangan lumpur yan sangat dalam, berkali kali jatuh dari motor, dan harus mendorong motor beberapa meter tiap ada jalan yang amblas dan banyak masalah lainnya. bahkan, rem motor paman Theis (mantri puskesmas), ampe rusak dan bengkok karena pada suatu turunan tajam tiba-tiba seekor burung kasuari besar lari cepat keluar dari hutan... pengalaman pertama motoran di dalam hutan.... meski medannya  bikin 'sakit kepala', tapi pemandangan yang tersajikan, luar biasa (luar biasa hutan), bahkan masih bisa berpapasan dengan  kasuari, rusa, dan bahkan soa-soa (sebenernya ini ada dimana sii??? oh, hutan deh)... a, such a nice moment. tinggal di dalam hutan, masak dengan peralatan dan bama seadanya.... masyarakat Kwarja yang ramah dan terbuka....  Amsann..... (bahasa kwarja,untuk salam,red)

  Gw bingung. Aarghh.. bentar, belum ada ide (020913)

Cuap-cuap PTT part 1 : New Day, New Place



Cuap-Cuap PTT part 1 : New Day, New Place

Senin, 24 Juni 2013 – First Evening at Yapsi
hari pertama di Yapsi dan untuk pertama kalinya gw belajar nyalain kompor minyak.. memutar2 putaran sumbu, sedikit menggoyangkan tangki minyak untuk memastikan minyak cukup terisi,dan memulai untuk menyalakan apii.. awalnya gw bingung dimana sumbunya,mana yg harus kenai api,dan blablabla... sempet jg gw bongkar2 tu kompor. sumpah,gw gak pernah pegang kompor minyak (dulu sih wktu masi SD waktu emak gw pake kompor minyak,itupun gw jg gk pernah nyentuh,wong gw takut sama api)..
sempet gw berpikir,ni kompor apa kagak ada sumbunya yaak?? gw liat liat lagi,gw amatin.. ah,eurekaa,nemu sumbunya.. langsung gw nyalain pake besi pemantik (apalah itu namanya), dan menyalaaa... gw tunggu bentar ampe rata apinya (kata bude gw,"klo kompor minyak,tunggu sampe apinya jadi biru baru naikin panci") dan masaklah gw. yang gw masak pertama, rebus air dan bikin mie goreng. menu pertama gw di Yapsi.. ah,bolehlah...