Dive Course and Banyuwangi
dalam Angka (2015)
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Agustus 2015
Banyuwangi Story : Ijen Carter
Banyuwangi Story : Ijen Carter
16 mei 2015
Selepas dari TN. Baluran, motor kami melaju
menuju Ijen. 65 km , 2 1/2jam perjalanan. dan sungguh, banyuwangi sudah menjadi
kota yang ‘traveller friendly’, banget. Petunjuk arahnya jelas, dan
masyarakatnya terbuka banget sama orang baru. (ato mungkin kaminya yang selalu
beruntung ketemu orang baik ^^’’?). hampir sebagian besar perjalanan (setelah
dari kota banyuwangi, menuju ijen), didominasi oleh pemandangan yang ijo ijo-,
dari sawah, berganti hutan, kemudian berganti perkebunan, kemudian berganti
jadi hutan lagi. yang sempet bikin takut adalah waktu sekitar 15 km sebelum
sampai di Paltuding (titik dimulainya pendakian), banyak kebun-kebun yang
ditengah-tengahnya ada kotak kotak yang kalo dari kejauhan macam kayak kuburan.Banyuwangi Story : Taman Nasional Baluran
Banyuwangi Story
: Taman Nasional
Baluran
15 mei 2015
Banyuwangi. Satu kota terujung timur dari pulau jawa. Selepas menyelesaikan
sertifikasi menyelam di pemuteran,Bali, kami melanjutkan perjalanan menuju
Banyuwangi. Diantar oleh om Yono, instruktur kami dari Pemuteran,sekitar 30
menit perjalanan, kami akhirnya tiba di Gilimanuk sekitar pukul 17.50, tepat
ketika sebuah kapal hendak menyeberang menuju Ketapang. Gak ada plan yang
matang untuk trip beberapa hari di Banyuwangi, hanya dua tujuan yang jelas,
taman nasional Baluran dan Ijen (thats all).
Jumat, 31 Juli 2015
Cerita Kerinci : bukan Akhir Sebuah Cerita
Aku merindukan langit yang
cerah, awan yang beregerak rendah, dan sepoi angin yang melenakan. aku
merindukan malam yang bertaburan bintang, purnama yang terang dari kejauhan,
dan tenda tenda yang bergoyang oleh badai di suatu malam. aku merindukan banyak
hal bersama mereka, berbagi cerita dan canda.
Berbagi pertengkaran yang mungkin tak perlu dilakukan. Aku merindukan
masa dimana kebersamaan adalah cinta, dan cinta adalah kebersamaan...
Aku merindukan mereka, yang
hanya dengan mengingatnya saja, jemariku bisa berjam jam menari menuliskan
segala kisah tentang kami semua.
Aku merindu, dan aku tau, ini
bukanlah akhir dari sebuah cerita.
(july, 31th 2015 14.25)
Minggu, 19 Juli 2015
Cerita Kerinci : day 6 : Dano Kaco, Jambi
Cerita
Kerinci : day 6 : Dano Kaco, Jambi
6 Mei 2015
Awal cerita sebenarnya, danau kaco bukanlah
bagian dari itinerary perjalanan pendakian bersama yang consina jadwalkan.
Itinnya hanya : berangkat dr jakarta-summit kerinci- danau gunung tujuh-dan
kembali pulang ke jakarta. Day 6, tanggal 6 mei 2015 seharusnya adalah jadwal
untuk packing berkemas, dan kembali pulang ke jakarta. Tapi, rencana itu
kemudian berubah. Awalnya gw pengen banget ke dano kaco. Kata orang-orang ni,
dano kaco tu rekomended banget untuk didatengi kalo abis dari kerinci. Wujudnya
gimana, tempetnya dimana, trekkingnya gimana, gw gak ngerti. Pokoknya
pengeeeeen aja ke dano kaco. Dan karena jadwal gw yang paling fleksibel, gw
putuskan untuk tetep ke dano kaco abis dari gunung tujuh (tanpa tim consina),
ngajak kak ade sama kak rully bt nemenin gw. tapi, kemudian rencana berubah.
Waktu trekking di danau gunung tujuh, tibatiba perasaan pengennya ngajak temen2
consina buat ikut ke dano kaco. Kenapa? Yaaa, gak tau, suka aja jalan ama
mereka. Sepi juga donk kalo ke dano kaco sendirian. Kata gw ke berry,”berrr... ayolah, kita ke kacooo, tambah
sehari doank koq..” Rabu, 15 Juli 2015
Cerita Kerinci : day 5 : Danau Gunung Tujuh
Cerita Kerinci : day 5 : Danau
Gunung Tujuh
5 Mei 2015
Badan remuk redam, kaki kaku
kram, berjalan pun menjadi tak karuan, terpincang-pincang. Efek dari dua hari
trekking Kerinci. Hhooh, sungguh, buat jalan dari kamar kami yang berada di
lantai dua ke ruang makan homestay yang ada dibawah saja rasanya jaauuuuh bgt.
Haha. Tapi perjalanan belum berakhir. Hari ini kami akan menapaki gunung
berikutnya. Gunung anak tujuh, dengan targetnya danau gunung tujuh. Dulu sih
kata orang-orang belum lengkap kerincinya kalo belum ke gunung anak tujuh.
Cerita Kerinci : day 3-4 : setelah setahun vakum mendaki (part 2)
Cerita Kerinci : day 3-4 : setelah setahun vakum mendaki (part 2)
4Mei 2015
Sekitar pukul 05.00 pagi kami
memutuskan untuk memulai perjalanan menuju puncak. 2 jam lebih terlambat dari
waktu awal yang direncanakan, yaitu pukul 03.00 dini hari. Cuaca benar-benar
buruk, meski tak hujan, badai dan angin yang kencang punya resiko untuk membawa
badai yang lebih hebat lagi. hingga ketika cuaca dirasa mulai membaik, kami
sepakat untuk melanjutkan perjalanan. tak semuanya bergabung, kak adhie yang
kondisinya kurang fit,memilih untuk stay. Demikian pula dengan firman.”mann, naik gak?”tanya berry, dan
firman gak merespon. Kak essa juga sama, memilih mendekam di dalam sleeping
bagnya. Hanya gw, kang usman, dan berry yang fix untuk muncak. Dua kk porter
pun akhirnya berbagi tugas, kak rully tetap stay dg kawan yang tinggal, dan kak
Ade yang nemenin kami bertiga.
| antara purnama, gunung, dan cerita kita |
Sabtu, 11 Juli 2015
Cerita Kerinci : day 3-4 : setelah setahun vakum mendaki (part 1)
Cerita Kerinci : day 3-4 : setelah setahun vakum mendaki (part 1)
3 Mei 2015
Berawal dari R10, bersembilan
orang kami (gw, berry, kak essa, kang usman, kak yanti, kak adhie, firman, dan
dua porter kak ade, dan kak rully) memulai pendakian kami tepat pada pukul
10.00 wib waktu indonesia bagian kerinci. Udara yang segar, pemandangan yang
hijau, cuaca yang cerah , dan puncak yang terlihat anggun dari kejauhan menjadi
penyemangat kami pagi itu. Berharap semoga seperti ini hingga beberapa hari ke
depannya.
Sekitar pukul 02.00 dini
hari kawan-kawan kerinci tiba di homestay paiman. 12 jam lebih lambat dari
waktu yang seharusnya. Baru kali ini ngrasain mengkhawatirkan orang yang bahkan
belum saja dikenal. *Thx God mereka sampai dengan selamat.
![]() |
| r10 |
Kamis, 09 Juli 2015
Cerita Kerinci : day I - II : beribetnya menuju Kersik Tuo
Cerita Kerinci : day I - II : beribetnya
menuju Kersik Tuo
1-2
Mei 2015
Kerinci. Satu lagi gunung yang akan kutapaki. Bersama consina, gw join
pendakian yang dong adakan di bulan mei. So excited banget. dan mungkin saking
excitednya, jadi jatuh ngeDrop demam sakit kepala, mual,lidah pahit (dan berdoa
semoga bukan malaria ^< ).
![]() |
| beberapa saat sebelum mendarat di bandara frans kaisepo,biak |
Hari pertama, tepat tanggal 1
mei 2015, dengan banyak kabar yang tak mengenakkan. Udah mo berangkat ke Padang
dari Papua dapet kabar Kerinci siaga 2 lantaran cuaca buruk, hujan badai
bercampur halilintar (bahkan sempat ada keputusan untuk membatalkan pendakian,
karena pendakian hanya boleh sampe shelter dua, tapi akhirnya sepakat untuk
tetap jalan, dg banyak persayaratan yang beribet *thx for my brother Re for
handling all the thing). Penerbangan ke jakarta
dimajuin lantaran sedang mayday (untung dapet informasi lebih tempo), dan
sentani sedang siaga I lantaran ada kecurigaan pergerakan OPM lagi (makanya
banyak polisi berceceran dimana mana). But life must go on, dan tetep lah gw
harus terbang. Gila aja mo ngrelain tiket pesawat yang dah dibeli mahal-mahal.
Dan terbanglah gw dengan sriwijaya airlines SJ 583/SJ581, sekitar pukul 09.00
wit, transit biak, makasar, hingga tiba di jakarta. Dari jakarta, berganti
pesawat lion air JT256 menuju padang. It’s trully long road, spending 14 hours
for more than 6000 km from jayapura to padang.
Jumat, 12 Juni 2015
Candu
CANDU
Cinta itu candu. Sama juga dengan naik gunung, candu. Entah
apa yg melatarbelakangi, dia akan selalu membawa mu untuk datang kembali dan
kembali. Meski harus lelah, meski harus bersusah payah, meski harus menjadi
kotor, basah, berlumuran tanah,meski harus terjatuh, bangkit dan terjatuh. Naik
gunung itu candu. Tak ada kata yang bisa menggambarkan alasan kenapa harus
kembali lagi dan lagi. Mungkin karena semilirnya, mungkin karena damainya,
mungkin pula karena tawanya. Naik gunung itu candu. Tak ada kata yang dapat
menggantikannya.
Jumat, 12 juni 2015 00.07 wit
Jumat, 12 juni 2015 00.07 wit
Langganan:
Postingan (Atom)





